Perjalanan menuju unipdu

Perjalanan menuju UNIPDU
   Pertama aku tidak tahu apa apa tentang dunia luar, karna aku jarang keluar dan tidak punya pengalaman, pas krlulusan SMA aku bingung mau kuliah kemana, untungnya guru saya menawarkan suruh milih kuliah di tebu ireng, UNIPDU, Dan UW. Tapi saat itu saya bingung pilih apa, tanpa saya sadari hati saya berkata kuliah ke UNIPDU, kemudian saya bilang pada guru saya kuliah ke UNIPDU. Akhirnya di daftarkan. Ya alhamdulillah bisa sampai di UNIPDU, tapi rasanya beda, dan merasa kaku, dari bahasa, pergaulan, dan kebiasaan sehari hari, semuanya beda, mau di gimanakan lagi harus di jalani kata saya
   Daya juga bersyukur, tinggal di asrama dan bisa ngaji kitab dan ikut kegiatan pondok, sebelumnya mulai dari SMP saya ingin mondok tapi orang tua tidak ngijinan, katanya SMA baru mondok, pas SMA mau mondok tapi gak di ijinan lagi, nyampek kuliah, tapi untungnya saya bisa tinggal di asrama dan membuat keinganan saya dulu bisa tercapai
   Pas hampir pra oscar sempat saya berfikir tidak ku sangka saya hampir mengikuti pra oscar, kemudia PRA OSCAR di mulai, banyak orang yang saya lihat dan tidak kenal, di situ juga kenalan dengan yang tidak kenal, ya bersukur banget
  PRA OSCAR kedua, rasanya juga sama dengan oscar pertama, cuman di akhir pra oscar saya kaget setelah dengar maha siswa marah marah, dan besar suaranya juga cukup diam aja mendengar itu semua, setelah saya tahu itu komdis, pantas seperti itu, kemudian kata komdis suruh terapkan 5 S, setelah saya ucapkan salam, komdis hanya diam saja tak menjawab, berapa kali sata jawab salam, hanya satu orang yang jawab salam saya, tapi saya gak tahu dia komdis apa bukan rasanya enak gitu kalau di jawab apa lagi di dengar jawab salam nya, saya berkata pada temen gak usah sapa komdisnya, hanya sia sia aja, saya sempet berfikir juga, komdis nyuruh suruh terapkan 5 S, setelah di terapkan salam gak ada balasan, ibarat orang yang akan di tampar, orang satunya bilang kamu mau gak saya tampar tapi gak jawab, ini mau apa gak, tampar aja suruh siapa diam, begitulah perumpamaan nya, seandainya juga kalian di tiru, cama dan cami baru masuk udah di ajarkan bila ada orang nyapa diam aja gak usah jawab, dan kalau komdis sapa cama cami gak usah di repon diam aja, begitulah perumpamaannya. Seharus nya cama dan cami di ajarkan yang baik, biar di terapkan di saat masuk kampus, itulah sekilas pikiran say, dan di perkenalkan juga rektor dan gloran unipdu, dan lain lain.
   Memasuki OSCAR setelah 3 hari libur habis PRA oscar, OSCAR rasanya beda dengan pra oscar, di oscar rasanya lebih keras lagi dan lebih ketat lagi, dan tegang juga, kadang juga marah juga dengar bentakan itu, ya diam aja lah, kecuali ketika nyentuh baru saya melawan gitu, selama tidak menyentuh tenang tenang aja, capekpun malah menjadi tapi untungnya dapat materi juga di oscar.
   Ke esokan harinya sama juga rasanya, tegang dan dapat meteri, cuma di akhir ada perbedaan pergantian oscar, dari oscar univ di serahkan ke oscar fakultas dan di perkenalkan juga tempat oscar fakultas, dan di sutu juga di beritahukan untuk perlengkapan oscar fakultas dan yang harus di bawa besok
  Ke esokan harinya perlengkapan udah siap semuanya, tapi hanya satu aja yang slah, yaitu silver queen, habis itu yaa langsung kegiatan dan ada juga materi, tapi oscar fakultas rasanya lebih nyaman dari pada oscar univ. Soalnya tidak terlalu keras, ya meskipun awalnya sih wktu penyerahan itu sempat berkata dalm hati, legaa gak berhadapan dengan komdis lagi, wahh ternyata fakultas ada juga, tapi tidak terlalu tegang cukup di turuti aja, selama kita taat pada peraturan tidak akan maslah. Tapi kalau tidak taat masalah satu persatu akan muncul. Sekian banyak terima kasih saya ucapkan

Nama : andik fernando
Fakultas: saintek
Asal : sepanjang. Madura

Komentar